Cerita Keiko Kuliah di Italia, dari Ujian Lisan hingga Kendala Bahasa

32 views 2:46 am 0 Comments Maret 9, 2023

Benedicta Riona Keiko, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga (Unair) berkesempatan merasakan kuliah di Sapienza University of Rome.

Melalui Indonesia International Student Mobility Award (IISMA), Keiko dapat kuliah singkat di Italia.

Di sana, dia mengambil mata kuliah Global Humanities: Critical Theory and Transnational Culture, Gender and Economic dan Emerging Africa in the Framework of the Sustainable Development Goals.

Spanyol ke Final UEFA Nations League Dua Kali Berturut-turut, Begini Kata Luis de la Fuente Sistem pendidikan di Italia sangat berbeda dengan Indonesia.

Keiko mengatakan kehadiran mahasiswa saat kelas bukan hal yang utama.

Selain itu, yang menjadi tantangan untuknya adalah sistem ujian yang berupa esai dan lisan.

“Ujian lisan ini cukup challenging buat aku karena harus mempersiapkan dengan matang karena harus berhadapan dengan profesor dan mahasiswa lokal secara langsung,” ujar Keiko dilansir dari laman Unair pada Kamis, 9 Maret 2023.

Perbedaan sistem pendidikan antara Italia dan Indonesia membuat Keiko harus adaptif.

Mengatasi hal tersebut, ia mengikuti program bernama Minerva Lab.

Minerva Lab merupakan fasilitas yang disediakan oleh Sapienza untuk memberikan webinar dan materi untuk pendukung mata kuliah.

Genap 31 Tahun: Berikut Profil Bintang Liverpool, Mohamed Salah Keterbatasan bahasa Italia yang Keiko alami tak menghalanginya untuk terus belajar.

Keiko memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar bahasa Italia bersama awardee lainnya.

Menurutnya, hal itu cukup membantunya dalam belajar.

Selama di Italia, Keiko tak hanya belajar namun juga bersosialisasi dengan mahasiswa lokal.

Salah satunya dengan merayakan Hari Batik untuk mengenalkan batik kepada mahasiswa lokal.

Selain itu, ia juga melakukan penanaman pohon bersama mahasiswa lokal di salah satu kebun di Roma, Italia.

Ia juga mengeksplor beberapa negara di sekitar Italia dan melakukan survei universitas untuk studi S2 nanti.

Ia berharap, tahun berikutnya awardee IISMA dari Unair bertambah.

Baginya, mengikuti IISMA dapat melihat dunia dengan perspektif baru dan pengalaman yang tak terlupakan.

“Pesanku untuk calon awardee, jangan stress pada masa pendaftaran.

Anggap semua perjalanan selama pendaftaran adalah bagian dari proses pengembangan diri dan jangan terfokus pada hasilnya, Do your best,” kata Keiko.

Pilihan Editor: Cara Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT, Naik Kuda sampai Menginap di Sekolah Biar Tak Telat

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *